Perubahan Pergub 88/2018: Pembebasan PKB dan PBB-P2 atas Objek Pajak Disita di DKI Jakarta

Pergub 117/2020PKB · PBB-P2

RiwayatPergub 88/2018 · dicabut117/2020 · iniPergub 27/2025

Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 117 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2018 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan/atau Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atas Objek Pajak yang Disita oleh Instansi Penegak Hukum

Ditetapkan
11 Desember 2020
Berlaku
23 Desember 2020
Oleh
Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Pajak
PKB, PBB-P2
Penandatangan
Anies Baswedan
Dicabut oleh
Pergub 27/2025
Kode
PERGUB-117/2020
Sumber
Halaman resmi

Ringkasan

Pergub ini sudah dicabut oleh Pergub DKI 27/2025 (Pasal 36 huruf t) sejak 27 Agustus 2025. Isinya menyesuaikan Pergub 88/2018 dengan Pergub 154/2019: sebutan BPRD diganti Bapenda dan kewenangan pembebasan dilimpahkan ke Kepala Bapenda atau pejabat yang ditunjuk.

4Pasal DiubahPasal 1 (definisi), Pasal 3 (pelimpahan kewenangan), Pasal 5 ayat (1) (alamat permohonan), dan Pasal 6 ayat (1) (pelaksana penelitian) Pergub 88/2018 diubah, ditambah perubahan format Keputusan di Lampiran (Pasal I).
BapendaNomenklatur BaruBadan Pajak dan Retribusi Daerah diganti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk menyesuaikan Pergub 154/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Bapenda (Menimbang huruf a, Pasal 1 angka 14 dan 15).
30 HKBatas Waktu KeputusanKeputusan Pembebasan PKB/PBB-P2 diterbitkan paling lama 30 hari kerja sejak permohonan lengkap diterima (Pasal 6 ayat (5)).
27/2025Dicabut OlehPergub ini dan induknya, Pergub 88/2018, dicabut oleh Pergub DKI 27/2025 (Pasal 36 huruf q dan t) yang berlaku sejak 27 Agustus 2025.

Yang perlu kamu tahu

Pergub DKI 117/2020 mengubah Pergub 88/2018 tentang pembebasan PKB dan PBB-P2 atas objek pajak yang disita instansi penegak hukum di DKI Jakarta. Perubahannya menyesuaikan Pergub 154/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah: sebutan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) diganti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan kewenangan pembebasan dilimpahkan ke Kepala Bapenda atau pejabat yang ditunjuk. Pergub ini sudah dicabut oleh Pergub DKI 27/2025 (Pasal 36 huruf t) sejak 27 Agustus 2025. Halaman ini berguna sebagai rujukan historis untuk permohonan yang diajukan sebelum tanggal itu.

  • 4 pasal diubah dari Pergub 88/2018: Pasal 1 (definisi), Pasal 3 (pelimpahan kewenangan), Pasal 5 ayat (1) (alamat permohonan), dan Pasal 6 ayat (1) (pelaksana penelitian), ditambah format Keputusan di Lampiran.
  • Pelimpahan kewenangan (Pasal 3): dari Gubernur kepada Kepala Bapenda atau pejabat yang ditunjuk, yaitu Kepala UP3KB atau Kepala UP3D (Pasal 1 angka 16).
  • Permohonan (Pasal 5 ayat (1)): ditujukan kepada Kepala Bapenda atau pejabat yang ditunjuk, dilengkapi surat keterangan penyitaan, risalah lelang, fotokopi STNK (benda bergerak) atau SPPT PBB-P2 (benda tidak bergerak).
  • Batas waktu keputusan (Pasal 6 ayat (5)): paling lama 30 hari kerja sejak permohonan lengkap diterima.
  • Lampiran format Keputusan Pembebasan ikut diperbarui dengan nama jabatan Bapenda, UP3KB, dan UP3D.
  • Sejak 27 Agustus 2025 Pergub 88/2018 dan Pergub ini tidak berlaku lagi. Permohonan yang sudah diajukan sebelum Pergub 27/2025 berlaku dan belum diputus tetap diselesaikan dengan ketentuan lama (Pasal 35 Pergub 27/2025).

Iklan

Beli motor bekas? Balik nama kami urus.Dokumen dijemput, STNK diantar.Lihat layanan ›

Pembukaan

GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

PERATURAN GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 117 TAHUN 2020

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 88 TAHUN 2018 TENTANG PEMBEBASAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN/ATAU PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN ATAS OBJEK PAJAK YANG DISITA OLEH INSTANSI PENEGAK HUKUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

Menimbang

a. bahwa untuk menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah, Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2018 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan/atau Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atas Objek yang Disita oleh Instansi Penegak Hukum, perlu diubah;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2018 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan/atau Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atas Objek Pajak yang Disita oleh Instansi Penegak Hukum;

Mengingat

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744);

  2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

  3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

  4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2016 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5950);

  5. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3);

  6. Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2018 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan/atau Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Atas Objek Pajak yang Disita oleh Instansi Penegak Hukum (Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2018 Nomor 71029);

Diktum

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 88 TAHUN 2018 TENTANG PEMBEBASAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN/ATAU PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN ATAS OBJEK PAJAK YANG DISITA OLEH INSTANSI PENEGAK HUKUM.


Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2018 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan/atau Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atas Objek Pajak yang Disita oleh Instansi Penegak Hukum (Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2018 Nomor 71029), diubah sebagai berikut:

Angka 1 — Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 1

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan:

  1. Pajak Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat PKB adalah pajak yang dipungut atas pemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor.

  2. Kendaraan Bermotor adalah semua kendaraan beroda dua atau lebih beserta gandengannya yang digunakan di semua jenis jalan darat dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar yang bergerak.

  3. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat STNK adalah surat yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia sebagai bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berisikan identitas kepemilikan, identitas kendaraan bermotor dan masa berlaku.

  4. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang selanjutnya disingkat PBB-P2 adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan pada sektor perdesaan dan perkotaan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

  5. Benda Bergerak adalah kendaraan bermotor yang menjadi Objek Pajak Kendaraan Bermotor.

  6. Benda Tidak Bergerak adalah bumi dan bangunan yang menjadi objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.

  7. Instansi Penegak Hukum adalah instansi atau lembaga yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  8. Penyitaan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan/atau menyimpan di bawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan peradilan.

  9. Benda sitaan adalah setiap benda yang dapat dikenakan penyitaan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 39 KUHAP.

  10. Pelelangan adalah penjualan barang rampasan yang dilakukan oleh negara melalui Kantor Lelang Negara secara terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi atas Benda Bergerak dan/atau Benda Tidak Bergerak yang disita oleh Instansi Penegak Hukum.

  11. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

  12. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

  13. Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

  14. Badan Pendapatan Daerah yang selanjutnya disebut Bapenda adalah Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

  15. Kepala Badan Pendapatan Daerah yang selanjutnya disebut Kepala Bapenda adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

  16. Pejabat yang ditunjuk adalah Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor atau Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah.

Angka 2 — Ketentuan Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 3

Gubernur melimpahkan kewenangannya kepada Kepala Bapenda atau Pejabat yang ditunjuk untuk memberikan pembebasan PKB dan PBB-P2 atas Objek Pajak yang disita oleh Instansi Penegak Hukum.

Angka 3 — Ketentuan ayat (1) Pasal 5 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 5

(1) Permohonan pembebasan PKB dan PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) diajukan secara tertulis dan ditujukan kepada Kepala Bapenda atau Pejabat yang ditunjuk yang dilengkapi dengan dokumen:

    a. surat keterangan Benda Bergerak dan/atau Benda Tidak Bergerak telah dilakukan penyitaan berdasarkan dokumen Berita Acara Penyitaan pada masing-masing perkara yang dikeluarkan oleh Instansi Penegak Hukum;

    b. risalah lelang yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang atas kegiatan pelelangan Benda Bergerak dan/atau Benda Tidak Bergerak yang dilakukan Penyitaan;

    c. fotokopi STNK, untuk Benda Bergerak; dan

    d. fotokopi SPPT PBB-P2, untuk Benda Tidak Bergerak.

(2) Penyampaian permohonan atau surat keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan melalui pos atau jasa pengiriman surat.

Angka 4 — Ketentuan ayat (1) Pasal 6 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 6

(1) Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Kepala Bapenda atau Pejabat yang ditunjuk melakukan penelitian permohonan beserta persyaratannya.

(2) Hasil penelitian permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dituangkan dalam bentuk laporan hasil penelitian.

(3) Berdasarkan laporan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Bapenda atau Pejabat yang ditunjuk memberikan Keputusan Pembebasan PKB dan/atau PBB-P2.

(4) Keputusan Pembebasan PKB dan PBB-P2 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditujukan kepada Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

(5) Keputusan Pembebasan PKB dan PBB-P2 sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya permohonan yang telah dilengkapi dengan seluruh persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1).

(6) Format Keputusan Pembebasan PKB dan/atau PBB-P2 sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.


Pasal II

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.


Penutup

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Desember 2020

GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

(ttd)

ANIES BASWEDAN

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2020

Pj. SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

(ttd)

SRI HARYATI

BERITA DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2020 NOMOR 71051

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

YAYAN YUHANAH NIP 196508241994032003


Lampiran

PERATURAN GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 117 TAHUN 2020

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 88 TAHUN 2018 TENTANG PEMBEBASAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN/ATAU PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN ATAS OBJEK PAJAK YANG DISITA OLEH INSTANSI PENEGAK HUKUM

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR KOTA ADMINISTRASI ……………… / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH ……………… (*)

NOMOR ……… TAHUN ………

TENTANG

PEMBEBASAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR / PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (*) TAHUN PAJAK ………

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR KOTA ADMINISTRASI ……………… / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH ……………… (*),

Menimbang

a. bahwa berdasarkan Berita Acara Penyitaan yang dikeluarkan oleh ……………… nomor ……………… tanggal ………………, atas Benda Bergerak / Benda Tidak Bergerak (*) dengan Nomor Polisi ……………… / Nomor Objek Pajak ……………… (*);

b. bahwa berdasarkan Risalah Lelang yang dikeluarkan oleh ……………… nomor ……………… tanggal ………………, telah ditunjuk sebagai pemenang lelang atas Benda Bergerak / Benda Tidak Bergerak (*) dengan Nomor Polisi ……………… / Nomor Objek Pajak ……………… (*) sebagaimana dimaksud dalam huruf a, atas nama ………………;

c. bahwa berdasarkan laporan hasil penelitian nomor ……………… tanggal ………………, telah dilakukan penelitian atas ketentuan dan persyaratan yang diperlukan;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah / Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Kota Administrasi ……………… / Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah ……………… (*) tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor / Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (*) Tahun Pajak ………;

Mengingat

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia;

  2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;

  3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

  4. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah;

  5. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor;

  6. Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan;

  7. Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2018 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan/atau Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atas Objek Pajak yang Disita oleh Instansi Penegak Hukum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Nomor ……… Tahun 2020;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR KOTA ADMINISTRASI ……………… / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH ……………… (*) TENTANG PEMBEBASAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR / PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (*) TAHUN PAJAK ………

KESATU

Memberikan pembebasan pokok pajak dan sanksi administrasi Pajak Kendaraan Bermotor / Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (*) Tahun Pajak ……… kepada:

a. Wajib Pajak

    1. Nama: ………………

    2. Alamat: ………………

b. Objek Pajak

    1. Jenis Pajak: ………………

    2. Nomor Polisi / NOP (*): ………………

    3. Tahun Pajak: ………………

    4. Pajak Terutang: ………………

KEDUA

Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah / Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Kota Administrasi ……………… / Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah ……………… (*) ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal ………………

KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR KOTA ADMINISTRASI ……………… / KEPALA UNIT PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH ……………… (*),

……………… NIP ………………

Tembusan:

  1. Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta
  2. Kepala Bidang Pendapatan Pajak I
  3. Kepala Bidang Pendapatan Pajak II
  4. Kepala Suku Badan Pendapatan Kota Administrasi ………

Keterangan

*) coret yang tidak perlu

GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

(ttd)

ANIES BASWEDAN


Catatan Editorial

Konteks perubahan. Menimbang huruf a menyebut Pergub ini dibuat untuk menyesuaikan Pergub 88/2018 dengan Pergub 154/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah. Karena itu definisi Bapenda, Kepala Bapenda, dan pejabat yang ditunjuk (Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor atau Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah) dimasukkan ke Pasal 1.

Yang tidak ikut diubah. Pasal lain Pergub 88/2018 yang tidak disebut dalam Pasal I tetap berlaku seperti semula sampai keduanya dicabut oleh Pergub 27/2025. Teks Pergub 88/2018 belum tersedia di Bank Peraturan ini.

Lampiran format Keputusan. Lampiran Pergub ini memuat format Keputusan Pembebasan PKB dan/atau PBB-P2, dengan tembusan kepada Kepala Bapenda, Kepala Bidang Pendapatan Pajak I, Kepala Bidang Pendapatan Pajak II, dan Kepala Suku Badan Pendapatan Kota Administrasi.

Status dicabut oleh Pergub 27/2025. Pasal 36 huruf q (Pergub 88/2018) dan huruf t (Pergub 117/2020) Pergub DKI 27/2025 mencabut keduanya. Pergub 27/2025 berlaku sejak diundangkan, 27 Agustus 2025.

Permohonan yang diajukan sebelum 27 Agustus 2025. Pasal 35 (Ketentuan Peralihan) Pergub 27/2025 menyatakan permohonan yang sudah diajukan sebelum Pergub itu berlaku dan belum diputus tetap diselesaikan dengan ketentuan lama, yaitu Pergub 88/2018 jo. Pergub 117/2020 ini.

Catatan. Teks ini disalin sebagai rujukan historis. Untuk perkara yang masih berjalan, rujuk teks resmi di JDIH DKI Jakarta atau tanyakan langsung ke Bapenda DKI Jakarta.


Sumber

  • PDF resmi: Pergub DKI 117/2020 di JDIH DKI
  • Berita Daerah: Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2020 Nomor 71051
  • Halaman PDF asli: 8 halaman (5 halaman batang tubuh dan 3 halaman lampiran format Keputusan)
  • Penyalinan: teks disalin tim JawaraPajak dari PDF resmi dan dicocokkan dengan Pergub DKI 27/2025 (pencabut) untuk judul dan nomor Berita Daerah.

Peraturan terkait

Mau dibantu urus PKB, STNK, atau balik nama? Chat WhatsApp

Pengurusan STNK

Mau urus apa?

Perpanjang STNK tahunan Perpanjang 5 tahun (ganti plat) Balik nama STNK hilang STNK hilang + balik nama Mutasi masuk Mutasi keluar Pindah alamat Ganti warna Ganti plat ganjil-genap Cabut berkas

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: perpanjang STNK, balik nama.

Belum ketemu? Chat langsung

PBB

Mau urus apa?

Cek tagihan PBB Balik nama SPPT Daftar objek baru (SPOP) Salinan SPPT Pembetulan SPPT Pengurangan PBB Keberatan PBB

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: balik nama SPPT.

Belum ketemu? Chat langsung

BPHTB

Mau urus apa?

Hitung BPHTB Validasi BPHTB jual beli BPHTB waris BPHTB hibah

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim.

Belum ketemu? Chat langsung