SOP Pelayanan Pajak Daerah: Perubahan Ketigabelas (Penagihan dan Lelang)

SK Kaban 1330/2022Umum

RiwayatSK Kaban 1851/20211330/2022 · ini

Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1330 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketigabelas atas Keputusan Kepala Dinas Pelayanan Pajak Nomor 1209/2012 tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Pajak Daerah

Ditetapkan
20 Juli 2022
Berlaku
20 Juli 2022
Oleh
Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta
Pajak
Umum
Penandatangan
Lusiana Herawati
Mengubah
SK Kepala DPP Nomor 1209/2012 tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Pajak Daerah (perubahan ke-13)
Kode
SK-KABAN-1330/2022
Sumber
Halaman resmi

Ringkasan

SK Kaban 1330/2022 adalah perubahan ketigabelas SOP Pelayanan Pajak Daerah DKI Jakarta. Lampirannya memuat sembilan SOP penagihan, dari surat teguran sampai pembatalan lelang, yang dijalankan Suku Badan Pendapatan Kota.

9SOP di Lampiran8 SOP bernomor I sampai VIII/SOP/BPRD/2018 (tanggal revisi 29 Juli 2022) dan 1 SOP baru I/SOP/BAPENDA/2022 tentang pembatalan lelang (Diktum KESATU dan Lampiran)
13Kali PerubahanPerubahan ketigabelas atas Keputusan Kepala Dinas Pelayanan Pajak Nomor 1209/2012; perubahan sebelumnya lewat Keputusan Kepala Bapenda Nomor 1851 Tahun 2021 (Menimbang huruf a)
3 hari kerjaWaktu PenyelesaianBatas waktu yang tertulis di kolom Peringatan SOP Surat Teguran (I/SOP/BPRD/2018) dan SOP Pembatalan Lelang (I/SOP/BAPENDA/2022)
20 Juli 2022BerlakuKeputusan mulai berlaku pada tanggal ditetapkan (Diktum KEEMPAT)

Yang perlu kamu tahu

  • SK ini perubahan ketigabelas atas SOP yang pertama kali ditetapkan lewat Keputusan Kepala Dinas Pelayanan Pajak 1209/2012, dengan perubahan sebelumnya lewat Keputusan Kepala Bapenda 1851/2021 (Menimbang huruf a).
  • Lampiran memuat sembilan SOP: delapan SOP lama dengan tanggal revisi 29 Juli 2022 dan satu SOP baru untuk pembatalan lelang (Diktum KESATU). Menurut Diktum KEDUA, SOP ini menambah dan menyempurnakan SOP yang sudah ada.
  • Urutan SOP: surat teguran, pemberitahuan surat paksa, surat paksa, pemblokiran rekening, permintaan saldo kekayaan, perintah penyitaan, pencabutan sita, pelaksanaan lelang, dan pembatalan lelang.
  • Pelaksananya Suku Badan Pendapatan Kota (Subbid Penagihan dan Penindakan), Jurusita Pajak, dan Kepala Suku Badan, dengan keterlibatan Wajib Pajak, Bank, OJK, dan KP2LN di tahap tertentu.
  • Waktu penyelesaian paling lama 3 hari kerja tertulis untuk SOP Surat Teguran dan SOP Pembatalan Lelang.
  • Berlaku sejak ditetapkan, 20 Juli 2022 (Diktum KEEMPAT).

Iklan

Urus STNK, PBB, atau BPHTB?Cukup lewat WhatsApp, kami yang urus.Lihat layanan ›

Pembukaan

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 1330 Tahun 2022

TENTANG

PERUBAHAN KETIGABELAS ATAS KEPUTUSAN KEPALA DINAS PELAYANAN PAJAK NOMOR 1209/2012 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PAJAK DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

Menimbang

a. bahwa standar operasional prosedur pelayanan pajak daerah yang diatur dalam Keputusan Kepala Dinas Pelayanan Pajak Nomor 1209/2012 tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Pajak Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Nomor 1851 Tahun 2021, perlu disempurnakan;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah tentang Perubahan Ketigabelas Atas Keputusan Kepala Dinas Pelayanan Pajak Nomor 1209/2012 tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Pajak Daerah;

Mengingat

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia;

  2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

  3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019;

  4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

  5. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan;

  6. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2016 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah;

  7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan;

  8. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah;

  9. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015;

  10. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2019;

  11. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor;

  12. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pajak Hotel;

  13. Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pajak Hiburan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015;

  14. Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan;

  15. Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pajak Parkir;

  16. Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pajak Air Tanah;

  17. Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan;

  18. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Restoran;

  19. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame;

  20. Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan;

  21. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019;

  22. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah;

Diktum

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN KETIGABELAS ATAS KEPUTUSAN KEPALA DINAS PELAYANAN PAJAK NOMOR 1209/2012 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PAJAK DAERAH.

KESATU: Menetapkan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Pajak Daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Kepala Badan ini.

KEDUA: Standar Operasional Prosedur sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU merupakan tambahan dan penyempurnaan atas Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan dalam Keputusan Kepala Dinas atau Keputusan Kepala Badan sebelumnya.

KETIGA: Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan didalamnya akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

KEEMPAT: Keputusan Kepala Badan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.


Penutup

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2022

KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA,

ttd

LUSIANA HERAWATI NIP 196706131988032002

Tembusan:

  1. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta
  2. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta
  3. Wakil Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta
  4. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta
  5. Para Kepala Bidang Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta
  6. Para Kepala Suku Badan Pendapatan Kota Provinsi DKI Jakarta
  7. Para Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Provinsi DKI Jakarta
  8. Para Kepala Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah Provinsi DKI Jakarta
  9. Kepala Unit Pelayanan Pusat Data dan Informasi Pendapatan Provinsi DKI Jakarta

Lampiran

LAMPIRAN

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 1330 Tahun 2022

TENTANG

PERUBAHAN KETIGABELAS ATAS KEPUTUSAN KEPALA DINAS PELAYANAN PAJAK NOMOR 1209/2012 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PAJAK DAERAH

Daftar Standar Operasional Prosedur (SOP)

No. Nomor SOP Jenis Standar Operasional Prosedur (SOP)
1. I/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Teguran Penagihan
2. II/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Pemberitahuan Surat Paksa
3. III/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Paksa
4. IV/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Pelaksanaan Pemblokiran Rekening
5. V/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Permintaan Saldo Kekayaan
6. VI/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan
7. VII/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Penerbitan Surat Keputusan Pencabutan Sita
8. VIII/SOP/BPRD/2018 Tata Cara Pelaksanaan Lelang
9. I/SOP/BAPENDA/2022 Tata Cara Penyelesaian Permohonan Pembatalan Lelang

SOP 1 — Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Teguran Penagihan

Nomor SOP: I/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah Dengan Surat Paksa 5. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai juru sita 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Belum dilakukan pembayaran; Waktu penyelesaian paling lama 3 hari kerja

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Pelaksana Subbid Penagihan dan Penindakan menyajikan data tunggakan pajak dan menyusun draft Surat Teguran Data Tunggakan Pajak Draft Surat Teguran
2 Ka. Subbid Penagihan dan Penindakan menerima dan meneliti konsep Surat Teguran kemudian memarafnya jika telah sesuai dan menyampaikannya kepada Kepala Suku Badan Draft Surat Teguran Draft Surat Teguran
3 Kepala Suku Badan menyetujui dan menandatangani Surat Teguran. Setelah selesai, Surat Teguran tersebut diserahkan kembali kepada Pelaksana Subbid Penagihan dan Penindakan untuk disampaikan Draft Surat Teguran Surat Teguran dan Disposisi
4 Menerima, mengadministrasikan dan membuat penomoran Surat Teguran kepada Wajib Pajak Surat Teguran dan Disposisi Surat Teguran
5 Menyampaikan Surat Teguran kepada Wajib Pajak Surat Teguran Surat Teguran
6 Selesai Surat Teguran Tanda Terima

SOP 2 — Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Pemberitahuan Surat Paksa

Nomor SOP: II/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai juru sita 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Belum dilakukan pembayaran

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Pelaksana Subbid Penagihan dan Penindakan menyajikan data Wajib Pajak yang telah disampaikan Surat Teguran dan membuat konsep Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa Data Wajib Pajak dan Data Surat Teguran Draft Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa
2 Ka. Subbid Penagihan dan Penindakan menerima dan meneliti konsep Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa kemudian memarafnya jika telah sesuai dan menyampaikannya kepada Kepala Suku Badan Draft Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa Draft Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa
3 Kepala Suku Badan menyetujui dan menandatangani Surat Paksa. Setelah selesai, Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa tersebut diserahkan kembali kepada Pelaksana Subbid Penagihan dan Penindakan Draft Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa
4 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa
5 Menerima dan meneruskan Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa kepada Jurusita Pajak Pemberitahuan akan Surat Paksa Surat Paksa Pemberitahuan akan Surat Paksa
6 Jurusita Pajak menerima Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa dan menyampaikannya/memberitahukannya kepada WP/Penanggung Pajak untuk ditandatangani Surat Paksa Pemberitahuan akan Surat Paksa Surat Paksa Pemberitahuan akan Surat Paksa
7 Menerima dan mengadministrasikan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Surat Paksa Pemberitahuan akan Surat Paksa Tanda Terima

SOP 3 — Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Paksa

Nomor SOP: III/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai juru sita 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Belum dilakukan pembayaran

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Pelaksana Subbid Penagihan dan Penindakan menyajikan data Wajib Pajak yang telah disampaikan Surat Pemberitahuan akan Surat Paksa dan membuat konsep Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Data Wajib Pajak dan Data Surat Teguran Draft Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa
2 Ka. Subbid Penagihan dan Penindakan menerima dan meneliti konsep Surat Paksa kemudian memarafnya jika telah sesuai dan menyampaikannya kepada Kepala Suku Badan Draft Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Draft Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa
3 Kepala Suku Badan menyetujui dan menandatangani Surat Paksa. Setelah selesai, Surat Paksa tersebut diserahkan kembali kepada Pelaksana Subbid Penagihan dan Penindakan Draft Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa dan Disposisi
4 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa kepada Jurusita Pajak Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa dan Disposisi Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa dan Disposisi
5 Menerima dan meneruskan Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa kepada Jurusita Pajak Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa dan Disposisi Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa
6 Jurusita Pajak menerima Surat Paksa dan Berita Acara dan menyampaikannya/memberitahukannya kepada WP/Penanggung Pajak untuk ditandatangani Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Laporan Pelaksanaan Surat Paksa
7 Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa ditandatangani oleh WP/Penanggung Pajak Surat Paksa dan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Laporan Pelaksanaan Surat Paksa
8 Menerima dan mengadministrasikan Berita Acara Pemberitahuan Surat Paksa Laporan Pelaksanaan Surat Paksa Arsip

SOP 4 — Tata Cara Pelaksanaan Pemblokiran Rekening

Nomor SOP: IV/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai juru sita 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Belum dilakukan pembayaran

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Menugaskan Kasubbag TU untuk membuat Surat Permintaan Pemblokiran Data Wajib Pajak dan Data Surat Paksa Disposisi
2 Membuat draft Surat Permintaan Pemblokiran Draft Surat Permintaan Pemblokiran Draft Surat Permintaan Pemblokiran
3 Meneliti dan memaraf Surat Permintaan Pemblokiran Draft Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran Draft Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran
4 Meneliti dan menandatangani Surat Permintaan Pemblokiran Draft Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran
5 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Permintaan Pemblokiran Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran
6 Menerima dan meneruskan ke Jurusita Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran
7 Menerima dan menyampaikan Surat Permintaan Pemblokiran dan menyiapkan Berita Acara Pemblokiran Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran
8 Berita Acara Pelaksanaan Sita ditandatangani oleh Bank Surat Permintaan Pemblokiran dan Berita Acara Pemblokiran Tanda Terima dan Berita Acara Pemblokiran
9 Menerima Berita Acara Pemblokiran dan menyampaikan kepada Wajib Pajak dan/atau Penanggung Pajak terkait Pemblokiran untuk membuat surat kuasa kepada Bank Tanda Terima dan Berita Acara Pemblokiran Berita Acara Pemblokiran
10a Wajib Pajak dan/atau Penanggung Pajak tidak bersedia membuat Surat Kuasa kepada Bank Berita Acara Pemblokiran —
10b Wajib Pajak dan/atau Penanggung Pajak bersedia membuat Surat Kuasa kepada Bank Tanda Terima dan Berita Acara Pemblokiran Surat Kuasa
11 Surat Kuasa diserahkan kepada Bank untuk dilakukan pemblokiran dan memohonkan laporan saldo kekayaan Surat Kuasa Laporan Saldo Kekayaan
12 Bank memberikan laporan saldo kekayaan dan membuatkan Berita Acara Pelaksanaan Sita dan menyampaikan salinannya kepada Wajib Pajak dan/atau Penanggung Pajak Laporan Saldo Kekayaan Berita Acara Pelaksanaan Sita
13 Menerima Salinan Berita Acara Pelaksanaan Sita Salinan Berita Acara Pelaksanaan Sita Tanda Terima

SOP 5 — Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Permintaan Saldo Kekayaan

Nomor SOP: V/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai juru sita 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Belum dilakukan pembayaran; Melampirkan Surat

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Menugaskan Satpel Penetapan dan Penagihan untuk membuat Surat Permintaan Saldo Kekayaan kepada OJK melalui Menteri Keuangan Data Wajib Pajak dan Data Surat Paksa Disposisi
2 Membuat draft Surat Permintaan Saldo Kekayaan Draft Surat Permintaan Saldo Kekayaan Draft Surat Permintaan Saldo Kekayaan
3 Meneliti dan memaraf Surat Permintaan Saldo Kekayaan Draft Surat Permintaan Saldo Kekayaan Draft Surat Permintaan Saldo Kekayaan
4 Meneliti dan menandatangani Surat Permintaan Saldo Kekayaan dan memberikan kepada Juru Sita Draft Surat Permintaan Saldo Kekayaan Surat Permintaan Saldo Kekayaan
5 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Permintaan Saldo Kekayaan Surat Permintaan Saldo Kekayaan Surat Permintaan Saldo Kekayaan
6 Menerima dan meneruskan Surat Permintaan Saldo Surat Permintaan Saldo Kekayaan Surat Permintaan Saldo Kekayaan
7 Menerima dan menyampaikan Surat Permintaan Saldo Kekayaan kepada Kementerian Keuangan c.q OJK Surat Permintaan Saldo Kekayaan Surat Permintaan Saldo Kekayaan
8 Menerima Surat Permintaan Saldo Kekayaan Surat Permintaan Saldo Kekayaan Tanda Terima
9 Mendapatkan surat Izin untuk mendapatkan informasi terkait saldo kekayaan Penanggung Pajak — Surat Izin dari OJK
10 Menyampaikan Surat Izin dari OJK kepada Bank untuk memberikan laporan saldo kekayaan dan membuatkan Berita Acara Pelaksanaan Sita Surat Izin dari OJK Laporan Saldo Kekayaan dan Berita Acara Pelaksanaan Sita
11 Menyampaikan salinan Berita Acara Pelaksanaan Sita kepada Wajib Pajak dan/atau Penanggung Pajak Laporan Saldo Kekayaan dan Berita Acara Pelaksanaan Sita Laporan Saldo Kekayaan dan Berita Acara Pelaksanaan Sita
12 Menerima Salinan Berita Acara Pelaksanaan Sita Salinan Berita Acara Pelaksanaan Sita Tanda Terima

SOP 6 — Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan

Nomor SOP: VI/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai Juru Sita Pajak 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Belum dilakukan pembayaran; Membawa Tanda Pengenal Juru Sita Pajak; Membawa Segel Sita

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Menugaskan Kasubbag TU untuk membuat Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Data Wajib Pajak dan Data Surat Paksa Disposisi
2 Membuat draft Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Draft Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Draft Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan
3 Meneliti dan memaraf Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Draft Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Draft Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan
4 Meneliti dan menandatangani Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Draft Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dan Disposisi
5 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dan Disposisi Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dan Disposisi
6 Menerima, dan meneruskan penomoran Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dan Disposisi Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dan Disposisi
7 Menerima, melaksanakan dan menyiapkan Berita Acara Pelaksanaan Sita Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dan Disposisi Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan
8a Berita Acara Pelaksanaan Sita ditandatangani oleh WP/Penanggung Pajak Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Berita Acara Pelaksanaan Sita
8b Menambahkan Keterangan dalam Berita Acara Pelaksanaan Sita apabila WP/Penanggung Pajak tidak mau menandatangani Berita Acara Melaksanakan Sita Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Berita Acara Pelaksanaan Sita dengan catatan
9 Menerima dan mengadministrasikan Berita Acara Pelaksanaan Sita Berita Acara Pelaksanaan Sita Arsip

SOP 7 — Tata Cara Penerbitan Surat Keputusan Pencabutan Sita

Nomor SOP: VII/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai Juru Sita Pajak 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Data pembayaran tunggakan; Membawa tanda pengenal Juru Sita Pajak

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Wajib Pajak melaporkan terkait pelunasan pembayaran tunggakan pajak yang telah dilakukan penyitaan Data Pembayaran Wajib Pajak Tanda Terima
2 Meneliti data pembayaran terkait tunggakan pajak yang telah menjadi objek sita Data Pembayaran Wajib Pajak Data Pembayaran Wajib Pajak
3 Menerima dan mendisposisi untuk dibuatkan Konsep Surat Keputusan Pencabutan Sita Data Pembayaran Wajib Pajak Disposisi
4 Menerima dan membuatkan Konsep Surat Keputusan Pencabutan Sita Disposisi Konsep Surat Keputusan Pencabutan Sita
5 Meneliti dan memaraf Surat Keputusan Pencabutan Sita Konsep Surat Keputusan Pencabutan Sita Konsep Surat Keputusan Pencabutan Sita
6 Meneliti dan menandatangani Surat Keputusan Pencabutan Sita dan menyerahkan kepada Juru Sita Pajak Konsep Surat Keputusan Pencabutan Sita Surat Keputusan Pencabutan Sita
7 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Surat Keputusan Pencabutan Sita Surat Keputusan Pencabutan Sita
8 Menyerahkan Surat Keputusan Pencabutan Sita Surat Keputusan Pencabutan Sita Surat Keputusan Pencabutan Sita
9 Menerima Surat Keputusan Pencabutan Sita Surat Keputusan Pencabutan Sita Tanda Terima

SOP 8 — Tata Cara Pelaksanaan Lelang

Nomor SOP: VIII/SOP/BPRD/2018 Tanggal Pembuatan: 3 Juli 2018 Tanggal Revisi: 29 Juli 2022 Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai Juru Sita Pajak 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak 4. Memahami terkait keadministrasian dalam proses Lelang

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Administrasi terkait Surat Paksa; Belum dilakukan pembayaran

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Menugaskan Subbid Penagihan dan Penindakan untuk membuat Surat Himbauan Kesempatan Terakhir Data Surat Sita Disposisi
2 Membuat Konsep Surat Himbauan Kesempatan Terakhir Disposisi Konsep Surat Himbauan Terakhir
3 Meneliti dan memaraf Surat Himbauan Kesempatan Terakhir Konsep Surat Himbauan Terakhir Konsep Surat Himbauan Terakhir
4 Meneliti dan menandatangani Surat Himbauan Kesempatan Terakhir dan memberikan kepada Juru Sita Konsep Surat Himbauan Terakhir Surat Himbauan Terakhir
5 Menerima dan menyampaikan Surat Himbauan Kesempatan Terakhir kepada Wajib Pajak dan/atau Penanggung Pajak Surat Himbauan Terakhir Surat Himbauan Terakhir
6 Menerima dan melunasi hutang pajaknya, maka diberikan Surat Keputusan Pencabutan Sita Surat Himbauan Terakhir Tanda Terima
7 Menerima dan tidak melunasi hutang pajaknya, maka dilakukan inventarisasi aset-aset yang akan disita dan dibuatkan Konsep Surat Penentuan Harga Limit Surat Himbauan Terakhir Tanda Terima dan Konsep Surat Penentuan Harga Limit
8 Meneliti dan Memaraf Surat Konsep Surat Penentuan Harga Limit Konsep Surat Penentuan Harga Limit Konsep Surat Penentuan Harga Limit
9 Meneliti dan menandatangani Surat Penentuan Harga Limit dan menugaskan Subbid Penagihan dan Penindakan untuk membuat Konsep Surat Permohonan jadwal, waktu dan tempat pelelangan Konsep Surat Penentuan Harga Limit Surat Penentuan Harga Limit dan Disposisi
10 Membuat Konsep Surat Permohonan Jadwal Disposisi Konsep Surat Permohonan Jadwal
11 Meneliti dan Memaraf Surat Permohonan Jadwal Konsep Surat Permohonan Jadwal Konsep Surat Permohonan Jadwal
12 Meneliti dan menandatangani Surat Permohonan Jadwal dan menyerahkan kepada Juru Sita untuk disampaikan ke KP2LN Konsep Surat Permohonan Jadwal Surat Permohonan Jadwal
13 Menerima dan menyampaikan Surat Permohonan Penentuan Jadwal ke KP2LN Surat Permohonan Jadwal Surat Permohonan Jadwal
14 Menerima Surat Permohonan Jadwal Lelang dan Menetapkan Hari dan Tanggal Lelang Surat Permohonan Jadwal Tanda Terima
15 Menerima Surat Penetapan Jadwal Lelang dan menyerahkan kepada Kepala Suku Badan Surat Penetapan Jadwal Lelang Surat Penetapan Jadwal Lelang
16 Menerima dan menugaskan Subbid Penagihan dan Penindakan untuk membuat Pengumuman Lelang Surat Penetapan Jadwal Lelang Surat Penetapan Jadwal Lelang dan Disposisi
17 Membuat Konsep pengumuman lelang Surat Penetapan Jadwal Lelang dan Disposisi Konsep Pengumuman Lelang
18 Meneliti dan Memaraf Konsep Pengumuman Lelang Konsep Pengumuman Lelang Konsep Pengumuman Lelang
19 Meneliti dan menandatangani Pengumuman Lelang dan menyerahkan kepada Juru Sita untuk diumumkan Konsep Pengumuman Lelang Pengumuman Lelang
20 Mengumumkan dan melakukan pelaksanaan lelang Pengumuman Lelang —
21 Membuat risalah lelang — Risalah Lelang
22 Menerima risalah lelang dari KP2LN dan memberikan kepada Kepala Suku Badan Risalah Lelang Risalah Lelang
23 Menerima dan menugaskan Subbid Penagihan dan Penindakan untuk mengupdate data tunggakan pajak dan menatausahakannya Risalah Lelang Risalah Lelang dan Disposisi
24 Mengupdate data tunggakan pajak Risalah Lelang dan Disposisi Salinan dan Arsip
25 Menerima Salinan Risalah lelang Salinan Risalah Lelang Arsip

SOP 9 — Tata Cara Penyelesaian Permohonan Pembatalan Lelang

Nomor SOP: I/SOP/BAPENDA/2022 Tanggal Pembuatan: 29 Juli 2022 Tanggal Revisi: — Disahkan oleh: Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati NIP 19670613 198803 2 002

Unit: Badan Pendapatan Daerah / Suku Badan Pendapatan Kota

Dasar Hukum: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah 4. Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah 5. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa

Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan yang terkait dengan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa 2. Telah ditetapkan sebagai Juru Sita Pajak 3. Memahami terkait keadministrasian dalam Penagihan Pajak 4. Memahami terkait keadministrasian dalam proses Lelang

Peralatan/Perlengkapan: Lembar Disposisi, Lembar Pengantar, Komputer/HP/Printer/Scanner, Jaringan Internet, Lembar tanda terima

Peringatan: Administrasi terkait piutang; Administrasi terkait Surat Paksa; Belum dilakukan pembayaran; Waktu penyelesaian paling lama 3 hari kerja

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data Tata Usaha

Prosedur:

No. Kegiatan Kelengkapan Output
1 Wajib Pajak mengajukan permohonan pembatalan lelang Surat Permohonan Surat Permohonan
2 Menerima, meneliti kelengkapan berkas dan memberikan tanda terima (dilengkapi dengan bukti Pelunasan ataupun Putusan Sela) Surat Permohonan Tanda Terima
3 Meneliti dan meneruskan kepada Jurusita untuk dilakukan penelitian serta membuat Surat Permintaan Pembatalan Lelang Disposisi Disposisi
4 Menerima, melakukan penelitian dan membuat Konsep Surat Permintaan Pembatalan Lelang Disposisi Konsep Surat Permintaan Pembatalan Lelang
5 Meneliti dan memaraf Surat Permintaan Pembatalan Lelang Konsep Surat Permintaan Pembatalan Lelang Konsep Surat Permintaan Pembatalan Lelang
6 Menyetujui dan menandatangani Surat Permintaan Pembatalan Lelang Konsep Surat Permintaan Pembatalan Lelang Surat Permintaan Pembatalan Lelang
7 Menerima, mengadministrasikan, dan membuat penomoran Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Surat Permintaan Pembatalan Lelang Surat Permintaan Pembatalan Lelang
8 Menerima, dan meneruskan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Surat Permintaan Pembatalan Lelang Surat Permintaan Pembatalan Lelang
9 Menerima dan menyampaikan Surat Permintaan Pembatalan Lelang ke KP2LN Surat Permintaan Pembatalan Lelang Surat Permintaan Pembatalan Lelang
10 Mengirimkan Surat ke KP2LN dan tembusan ke Wajib Pajak Surat Permintaan Pembatalan Lelang Tanda Terima

Catatan Editorial

Catatan ini ditulis editor JawaraPajak, bukan bagian dari teks asli peraturan.
  • SK ini perubahan ke-13 atas SOP yang pertama kali diterbitkan Kepala Dinas Pelayanan Pajak pada 2012.
  • Tambahan utamanya SOP ke-9 (I/SOP/BAPENDA/2022) tentang penyelesaian permohonan pembatalan lelang, yang dilengkapi bukti pelunasan atau putusan sela.
  • Tanggal revisi delapan SOP lama dan tanggal pembuatan SOP ke-9 tertulis 29 Juli 2022, sedangkan SK ditetapkan 20 Juli 2022. Kami salin sesuai dokumen.
  • Beberapa Perda yang ada di Mengingat sudah dicabut oleh Perda DKI 1/2024: Perda 6/2010 dan Perda pajak lain lewat Pasal 116, Perda 8/2010 dan 9/2010 (PKB dan BBNKB) lewat Pasal 117. Di Bank Peraturan belum ada keputusan yang mencabut SK ini, jadi cek ke Bapenda apakah SOP ini masih dipakai.
  • Jurusita Pajak berperan di banyak tahap: penyampaian pemberitahuan surat paksa dan surat paksa, pemblokiran, penyitaan, dan lelang. Untuk penyitaan, kolom Peringatan menyebut Jurusita membawa tanda pengenal Juru Sita Pajak dan segel sita.
  • Di SOP Lelang, Wajib Pajak yang melunasi utang pajaknya setelah menerima Surat Himbauan Kesempatan Terakhir diberikan Surat Keputusan Pencabutan Sita (langkah 6).

Sumber

  • Halaman resmi: SK Kaban 1330/2022 di situs Bapenda DKI
  • PDF resmi: Unduh SK Kaban 1330/2022
  • Tanggal ditetapkan: 20 Juli 2022
  • Tanggal berlaku: 20 Juli 2022 (Diktum KEEMPAT)
  • Penyalinan: Menimbang, Mengingat, Diktum, Penutup, dan Lampiran (daftar SOP dan sembilan formulir SOP) disalin. Diagram alur di tiap SOP tidak ditranskripsi; langkahnya ada di kolom Prosedur.

Peraturan terkait

Mengubah

  • SK Kepala DPP Nomor 1209/2012 tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Pajak Daerah (perubahan ke-13)
Mau dibantu urus pajak kendaraan atau properti? Chat WhatsApp

Pengurusan STNK

Mau urus apa?

Perpanjang STNK tahunan Perpanjang 5 tahun (ganti plat) Balik nama STNK hilang STNK hilang + balik nama Mutasi masuk Mutasi keluar Pindah alamat Ganti warna Ganti plat ganjil-genap Cabut berkas

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: perpanjang STNK, balik nama.

Belum ketemu? Chat langsung

PBB

Mau urus apa?

Cek tagihan PBB Balik nama SPPT Daftar objek baru (SPOP) Salinan SPPT Pembetulan SPPT Pengurangan PBB Keberatan PBB

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: balik nama SPPT.

Belum ketemu? Chat langsung

BPHTB

Mau urus apa?

Hitung BPHTB Validasi BPHTB jual beli BPHTB waris BPHTB hibah

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim.

Belum ketemu? Chat langsung