NJOPTKP PBB-P2 DKI Jakarta Rp 15 Juta per Wajib Pajak (2013 sampai 2025)

Pergub 201/2012PBB-P2

Riwayat201/2012 · iniPergub 22/2025

Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 201 Tahun 2012 tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan untuk Setiap Wajib Pajak

Ditetapkan
18 Desember 2012
Berlaku
1 Januari 2013
Oleh
Gubernur DKI Jakarta
Pajak
PBB-P2
Penandatangan
Joko Widodo
Dicabut oleh
Pergub 22/2025
Kode
PERGUB-201/2012
Sumber
Halaman resmi

Ringkasan

Pergub DKI 201/2012 menetapkan NJOPTKP PBB-P2 DKI Jakarta sebesar Rp 15.000.000 per Wajib Pajak, berlaku 1 Januari 2013. Pergub ini sudah dicabut oleh Pergub DKI 22/2025 sejak 14 Agustus 2025. NJOPTKP sekarang diatur Pasal 33 ayat (4) Perda DKI 1/2024 sebesar Rp60.000.000.

Rp 15 jtNJOPTKPNJOPTKP ditetapkan Rp 15.000.000 untuk setiap Wajib Pajak (Pasal 2)
1 objekSatu NJOPTKPWajib Pajak dengan lebih dari 1 objek pajak mendapat NJOPTKP pada salah satu objek saja (Pasal 3 ayat 1)
NIKDasar PemberianObjek pajak yang mendapat NJOPTKP ditentukan berdasarkan NIK Wajib Pajak (Pasal 3 ayat 2)
1 Jan 2013Mulai BerlakuBerlaku pada tanggal 1 Januari 2013 (Pasal 4). Dicabut oleh Pergub DKI 22/2025 (Pasal 1), berlaku sejak 14 Agustus 2025

Yang perlu kamu tahu

Pergub ini sudah dicabut oleh Pergub DKI 22/2025 (Pasal 1), berlaku sejak 14 Agustus 2025. Alasan pencabutan: NJOPTKP sudah diatur Pasal 33 ayat (4) dan (5) Perda DKI 1/2024, yaitu Rp60.000.000 untuk setiap Wajib Pajak. Halaman ini dipakai sebagai rujukan tagihan PBB-P2 masa lalu.

Pergub 201/2012 menetapkan NJOPTKP PBB-P2 sebesar Rp 15.000.000 untuk setiap Wajib Pajak, berlaku mulai 1 Januari 2013. NJOPTKP adalah batas NJOP yang tidak kena pajak (Pasal 1 angka 3).

  • NJOPTKP Rp 15.000.000 untuk setiap Wajib Pajak (Pasal 2).
  • Kalau satu Wajib Pajak punya lebih dari satu objek pajak, NJOPTKP diberikan pada salah satu objek (Pasal 3 ayat 1).
  • Objek yang mendapat NJOPTKP ditentukan berdasarkan NIK Wajib Pajak (Pasal 3 ayat 2).

Iklan

Balik nama SPPT PBB? Kami bantu sampai beres.Cukup kirim dokumen lewat WhatsApp.Lihat layanan ›

Pembukaan

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

NOMOR 201 TAHUN 2012

TENTANG

PENETAPAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK TIDAK KENA PAJAK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN UNTUK SETIAP WAJIB PAJAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

Menimbang

a. bahwa sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) ditetapkan sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk optimalisasi pelayanan pemungutan serta kepastian hukum, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Untuk Setiap Wajib Pajak;

Mengingat

  1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

  2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia;

  3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;

  4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

  5. Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 tentang Jenis Pajak Daerah yang Dipungut Berdasarkan Penetapan Kepala Daerah atau Dibayar Sendiri oleh Wajib Pajak;

  6. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

  7. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah;

  8. Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan;

  9. Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan;

  10. Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pelayanan Pajak;

  11. Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi Unit Pelayanan Pajak Daerah;

Diktum

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN GUBERNUR TENTANG PENETAPAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK TIDAK KENA PAJAK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN UNTUK SETIAP WAJIB PAJAK.


BAB I — KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan :

  1. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang selanjutnya disebut PBB-P2 adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan pada sektor perdesaan dan perkotaan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

  2. Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang mempunyai hak dan kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

  3. Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak yang selanjutnya disingkat NJOPTKP adalah batas Nilai Jual Objek Pajak yang tidak kena pajak.

  4. Nilai Jual Objek Pajak yang selanjutnya disingkat dengan NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar dan bilamana tidak terdapat transaksi jual-beli, Nilai Jual Objek Pajak ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti.

  5. Nomor Induk Kependudukan yang selanjutnya disingkat NIK adalah nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia.


BAB II — NILAI JUAL OBJEK PAJAK TIDAK KENA PAJAK

Pasal 2

NJOPTKP ditetapkan sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak.


BAB III — PENETAPAN NJOPTKP UNTUK WAJIB PAJAK PBB

Pasal 3

(1) Setiap Wajib Pajak yang memiliki atau menguasai atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek pajak, maka NJOPTKP PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, diberikan pada salah satu objek pajak.

(2) Pemberian kepada salah satu objek pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan NIK Wajib Pajak.


BAB IV — KETENTUAN PENUTUP

Pasal 4

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2013.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.


Penutup

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2012

GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

ttd

JOKO WIDODO

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Desember 2012

SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

ttd

FADJAR PANJAITAN NIP 195508261976011001

BERITA DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2012 NOMOR 192


Catatan Editorial

Catatan ini ditulis editor JawaraPajak, bukan bagian dari teks asli peraturan.
  • Dasar. Pergub ini menjalankan Pasal 4 ayat (2) Perda DKI 16/2011, yang menetapkan NJOPTKP Rp 15.000.000 untuk setiap Wajib Pajak (Menimbang huruf a). Perda 16/2011 sudah dicabut oleh Perda DKI 1/2024.
  • Pencabutan. Pergub DKI 22/2025 mencabut Pergub ini (Pasal 1) dan mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 14 Agustus 2025. Pergub 22/2025 tidak menyebut angka pengganti; angkanya ada di Pasal 33 ayat (4) Perda DKI 1/2024 (Rp60.000.000), dan ayat (5) mengatur NJOPTKP hanya untuk salah satu objek PBB-P2 per tahun pajak.
  • Masa berlaku. Pergub ini berlaku dari 1 Januari 2013 sampai dicabut pada 14 Agustus 2025. Untuk pembetulan, keberatan, atau sengketa PBB-P2 pada masa itu, ketentuannya bisa dirujuk di sini.

Sumber

  • PDF resmi: Pergub DKI 201/2012 (JDIH Provinsi DKI Jakarta)
  • Diundangkan: Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2012 Nomor 192
  • Tanggal ditetapkan: 18 Desember 2012
  • Tanggal berlaku: 1 Januari 2013 (Pasal 4)
  • Halaman PDF: 3 halaman
  • Penyalinan teks ini: verbatim Pasal 1 sampai Pasal 4. Tidak ada lampiran.

Konten teks asli peraturan ini disalin verbatim dari sumber resmi, hanya dirancang ulang tampilannya untuk kemudahan baca. Untuk keperluan hukum atau bukti formal, selalu rujuk PDF asli yang diterbitkan oleh Biro Hukum Setda Provinsi DKI Jakarta.

Peraturan terkait

Mau dibantu urus PBB? Chat WhatsApp

Pengurusan STNK

Mau urus apa?

Perpanjang STNK tahunan Perpanjang 5 tahun (ganti plat) Balik nama STNK hilang STNK hilang + balik nama Mutasi masuk Mutasi keluar Pindah alamat Ganti warna Ganti plat ganjil-genap Cabut berkas

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: perpanjang STNK, balik nama.

Belum ketemu? Chat langsung

PBB

Mau urus apa?

Cek tagihan PBB Balik nama SPPT Daftar objek baru (SPOP) Salinan SPPT Pembetulan SPPT Pengurangan PBB Keberatan PBB

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: balik nama SPPT.

Belum ketemu? Chat langsung

BPHTB

Mau urus apa?

Hitung BPHTB Validasi BPHTB jual beli BPHTB waris BPHTB hibah

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim.

Belum ketemu? Chat langsung