Cara bayar SKPD pajak air tanah dan cek bukti lunasnya

Cara melihat SKPD Pajak Air Tanah, membuat kode bayar atau Virtual Account, membayarnya di bank, dan mengecek status bayarnya di pajakonline.jakarta.go.id.

Tim JawaraPajakDiperbarui 20 Okt 20268 menit baca
Ilustrasi pipa air tanah dengan meteran dan keran, bertuliskan Bayar pajak air tanah
Intinya
  • Pajak Air Tanah ditetapkan dengan SKPD untuk tiap masa pajak satu bulan kalender.
  • Petugas UPPPD mengirim SKPD lewat email. SKPD dibayar paling lama 1 bulan sejak tanggal kiriman itu, dan kalau jatuh di hari libur bergeser ke hari kerja berikutnya (Kepgub DKI 164/2026).
  • Lihat SKPD di menu PAT, tab Pembayaran, setelah memilih Nama Objek Pajak. Buat kode bayar lewat menu Membuat Kode Bayar, jalur Surat Ketetapan Pajak Daerah / Surat Tagihan Pajak Daerah, atau gabungkan tagihan di Virtual Account.
  • Kode bayar dibayar lewat ATM, teller, internet banking, atau mobile banking bank yang tersedia di portal.
  • Telat bayar kena bunga 1% per bulan, paling lama 24 bulan (PP 35/2023 Pasal 59 ayat (7)).

Setelah objek air tanahmu terdaftar, Bapenda (dulu BPRD) menetapkan pajaknya dengan SKPD Pajak Air Tanah (Pergub DKI 38/2017 Pasal 5 ayat (2)). Masa pajaknya satu bulan kalender (Pergub DKI 31/2024 Pasal 4 ayat (7)), jadi tagihan datang per bulan.

Panduan ini membahas empat hal di pajakonline.jakarta.go.id: melihat SKPD, membuat kode bayar atau Virtual Account, membayarnya di bank, dan mengecek status bayarnya.

Batas waktu bayar

Kepgub DKI 164/2026 Diktum KESATU huruf a

dalam hal pajak terutang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), jangka waktu pembayaran atau penyetoran pajak ditetapkan paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal pengiriman SKPD;

SKPD Pajak Air Tanah dikirim langsung oleh petugas UPPPD lewat email. Batas bayar 1 bulan dihitung dari tanggal kiriman email itu. Kepgub ini memang menghitung tanggal pengiriman dari tanggal dokumen dikirim, baik secara fisik maupun elektronik (Kepgub DKI 164/2026 Diktum KETUJUH). Pantau kotak masuk emailmu setiap bulan supaya batas bayarnya tidak terlewat. Kalau batasnya jatuh pada Sabtu, Minggu, libur nasional, atau cuti bersama, pembayaran bisa dilakukan pada hari kerja berikutnya (Diktum KELIMA dan KEENAM).

Kalau terlambat, kamu kena bunga 1% per bulan dari pajak yang tidak atau kurang dibayar, dihitung dari jatuh tempo sampai tanggal bayar, paling lama 24 bulan. Bagian dari bulan dihitung penuh, dan bunganya ditagih dengan STPD (PP 35/2023 Pasal 59 ayat (7)).

Pergub DKI 38/2017 tentang Pajak Air Tanah masih menulis batas bayar 30 hari sejak SKPD diterbitkan dan bunga 2% per bulan paling lama 15 bulan (Pasal 25 ayat (2) dan Pasal 26 ayat (1)). Yang dipakai sekarang aturan yang lebih baru di atas: Kepgub DKI 164/2026 dan PP 35/2023.

Cek isi SKPD sebelum membayar

SKPD Pajak Air Tanah paling sedikit memuat nomor dan tanggal SKPD, identitas wajib pajak (termasuk NPWPD dan NOPD, nomor Vak/Reg, dan nomor meter), masa pajak, kondisi awal dan akhir meter air, jumlah volume pemakaian, dasar pengenaan, tarif, dan jumlah pajak terutang (Pergub DKI 38/2017 Pasal 5 ayat (3)). Cocokkan angka meter dan volume dengan catatanmu sebelum membayar.

Bingung di salah satu langkah? Tanya lewat WhatsApp.

Langkah melihat dan membayar SKPD

Data di screenshot sengaja dummy.

1. Buka portal dan masuk akun

Buka pajakonline.jakarta.go.id, lalu klik Masuk di kanan atas. Masuk dengan email dan kata sandi akun Pajak Online.

Halaman utama portal Pajak Online DKI Jakarta dengan tombol Masuk
Halaman utama portal Pajak Online
Halaman login Wajib Pajak berisi isian email, kata sandi, dan centang reCAPTCHA
Halaman login Wajib Pajak

2. Lihat SKPD di menu PAT

Buka menu Jenis Pajak, pilih PAT, lalu klik tab Pembayaran. Pilih objekmu di isian Nama Objek Pajak. Tabel di bawahnya memuat Nomor SKPD, Bulan SKPD, Tahun SKPD, VAKREG, Alamat Objek, Nilai Ketetapan, Status Bayar, dan Keterangan. Catat nomor SKPD yang mau dibayar.

Tab Pembayaran Pajak Air Tanah dengan isian Nama Objek Pajak dan tabel kolom Nomor SKPD sampai Status Bayar
Pilih Nama Objek Pajak di tab Pembayaran

3. Buat kode bayar

Buka menu Membuat Kode Bayar di kiri, lalu klik tab Kode Bayar. Pilih Surat Ketetapan Pajak Daerah / Surat Tagihan Pajak Daerah, lalu isi:

  • Jenis Pajak: Pajak Air Tanah
  • No SKPD/STPD: nomor SKPD dari langkah 2
  • Pilih Metode Pembayaran: ATM, Teller, Internet Banking, atau Mobile Banking

Lalu klik KIRIM, dan pilih bank yang akan kamu pakai di langkah Metode Pembayaran. Catatan di bawah formulir meminta kamu memakai NOPD baru dan mengecek NOPD di menu jenis pajak.

Kode bayar hanya bisa dibayar lewat bank yang kamu pilih waktu kode itu dibuat. Kalau ingin bayar lewat bank lain, buat kode bayar baru.

Kode bayar Pajak Online berupa 18 digit. Kode Bayar adalah kode unik dari Bapenda yang dipakai wajib pajak untuk membayar di bank penerima (Pergub DKI 45/2024 Pasal 1 angka 38).

4. Bayar di bank

Bayar memakai kode bayar lewat metode yang kamu pilih. Bank penerima melayani pembayaran berdasarkan NOPD dan/atau Kode Bayar, untuk nasabah maupun bukan nasabah (Pergub DKI 45/2024 Pasal 8 huruf d angka 1 dan 3). Simpan bukti transaksinya.

Daftar bank dan langkah di bawah ini kami catat dari langkah Metode Pembayaran saat membuat kode bayar di Pajak Online pada 19 Oktober 2026.

Metode Bank yang tersedia di portal
ATM Bank Mandiri, BCA, BNI, Bank Jakarta, Bank Danamon, CIMB Niaga, Maybank, BTN, Bank OCBC, BJB
Teller BJB, Bank Mandiri, Bank Jakarta, Pos Indonesia, BRI, BTN, Bank Bukopin
Internet Banking BRI, BCA, Bank Mandiri, Bank OCBC, BJB, Bank Jakarta, CIMB Niaga, Maybank, Bank UOB, Bank Mega, BNI
Mobile Banking CIMB, Bank Jakarta, BCA, BJB, BNI, BTN, Bank Mandiri, Bank Mega, Bank UOB, Pos Indonesia

Kode yang perlu kamu tahu di beberapa bank:

Bank Menu dan kode menurut portal
Bank Mandiri ATM: Bayar/Beli, Lainnya, Penerimaan Negara, Lainnya, kode institusi 50020, kode bayar, lalu kode daerah 31. Livin': Bayar / VA, Pajak, cari 50020 atau Pajak Daerah, lalu kode bayar dan kode kota 31.
BCA ATM: Transaksi Lainnya, Pembayaran, MPN/Pajak, Pajak Daerah Lainnya, kode wilayah 3100, lalu kode bayar. myBCA: Bayar & Isi Ulang, Layanan Pemerintah, Pajak Daerah Lainnya, pilih wilayah, lalu kode bayar.
BNI ATM: Lain, Pembayaran, Pajak/Penerimaan Negara, Pajak/PNBP/Bea&Cukai, kode transaksi 2001 dan kode bayar. wondr: Bayar & Beli, Pajak Daerah Lainnya, PDL DKI Jakarta.
Bank Jakarta JakOne Mobile: Pembayaran, Pajak, Pajak Online Jakarta (TOSKA), lalu kode bayar. Di ATM Bank Jakarta, kode bayar dimasukkan di isian NOP pada menu PBB DKI.
CIMB Niaga ATM: Pembayaran, Lanjut, Fasilitas Umum, PBB/Pajak Daerah, kode sandi wilayah DKI 380 dan kode bayar.
BTN ATM: menu Pajak Daerah dengan kode institusi 4013.
Teller dan loket Cetak Formulir Tagihan Pembayaran Kode Bayar, lalu serahkan ke teller atau petugas loket.

Untuk beberapa bank, misalnya ATM Bank OCBC, internet banking Maybank, dan internet banking Bank UOB, portal belum menampilkan langkahnya. Pilih bank lain kalau kamu ragu.

5. Cek status kode bayar

Di menu Membuat Kode Bayar, buka tab Riwayat. Saring dengan isian JENIS PAJAK, lalu klik CARI. Tabel memuat kode bayar, nomor SKPD/STPD, jumlah yang harus dibayar, TANGGAL EXPIRED, dan STATUS: Terbayarkan, Menunggu Pembayaran, atau Expired/Batal.

Saat pengecekan 19 Oktober 2026, kode bayar yang kami buat berlaku 14 hari. Batas pasti untuk kodemu ada di kolom TANGGAL EXPIRED. Kalau statusnya sudah Expired/Batal sebelum kamu membayar, buat kode bayar baru dari langkah 3.

Bayar beberapa SKPD sekaligus lewat Virtual Account

Kalau tagihanmu banyak, misalnya beberapa objek atau beberapa bulan, kamu bisa menggabungkannya dalam satu Virtual Account. Satu VA bisa memuat sampai 500 objek pajak.

  1. Buka menu Virtual Account, tab Buat Virtual Account, lalu klik Tambah Tagihan.
  2. Di jendela Tambah Tagihan, pilih Berdasarkan Kode Bayar atau Berdasarkan SKPD/STPD/kode angsuran PBB. Pilih pajak air tanah di isian Jenis Pajak, isi NOPD, nomor SKPD/STPD, atau kode bayar, lalu klik Cari.
  3. Centang tagihan yang muncul, lalu klik Tambah.
  4. Periksa ringkasannya: Total Objek Pajak, Total Tagihan, Biaya Administrasi Bank, dan Total Transfer Termasuk Biaya Administrasi Bank. Lalu klik Simpan Virtual Account.
  5. Bayar sesuai total transfer, lalu pantau di tab Virtual Account Aktif dan Riwayat.
Tab Buat Virtual Account dengan tombol Tambah Tagihan dan ringkasan Total Objek Pajak 0/500, Total Tagihan, dan Biaya Administrasi Bank
Tab Buat Virtual Account
Jendela Tambah Tagihan dengan peringatan transfer RTGS/SKN, pilihan Berdasarkan Kode Bayar, Berdasarkan SKPD/STPD/kode angsuran PBB, Berdasarkan SPPT, dan tombol Cari
Jendela Tambah Tagihan

Jendela Tambah Tagihan memuat peringatan. Kalau kamu transfer VA antar bank lewat RTGS atau SKN, pastikan status VA sudah TERBAYARKAN sebelum membuat VA baru, supaya pembayaran sebelumnya tidak gagal. Segera bayar, karena tagihan yang melewati jatuh tempo ditambah bunga atau denda dan VA bisa tidak terproses karena nominalnya berbeda.

Cek bukti lunas

Kembali ke menu Jenis Pajak, PAT, tab Pembayaran, pilih Nama Objek Pajak, lalu cek kolom Status Bayar SKPD-nya. Manual Book Pajak Online 2021 bab 9.2.1 menyebut tombol Bukti Lunas di tab ini. Kalau tombol itu tidak muncul di baris SKPD-mu, simpan bukti transaksi dari bank sebagai bukti bayarmu.

Pembayaranmu diakui lunas sesuai tanggal bayar di bukti transaksi:

Pergub DKI 45/2024 Pasal 10 ayat (1)

Pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak diakui sebagai pelunasan kewajiban sesuai dengan tanggal bayar yang tertera pada bukti transaksi penerimaan.

Kalau bukti transaksi dari bank belum memuat NTPD (nomor transaksi penerimaan daerah), bank penerima memberitahukan NTPD paling lambat 1 hari kerja setelah memperolehnya (Pergub DKI 45/2024 Pasal 8 huruf e).

Tab Kemudahan Perpajakan Pajak Air Tanah dengan tombol Tambah Permohonan Pelayanan dan filter jenis pelayanan
Tab Kemudahan Perpajakan di menu PAT
Mau dibantu?

Kalau SKPD-mu banyak atau angkanya tidak cocok dengan catatan meter, tim JawaraPajak bisa membantu memeriksanya lewat WhatsApp.

Peraturan terkait

Baca juga

Bantu bayar pajak air tanah Chat WhatsApp

Pengurusan STNK

Mau urus apa?

Perpanjang STNK tahunan Perpanjang 5 tahun (ganti plat) Balik nama STNK hilang STNK hilang + balik nama Mutasi masuk Mutasi keluar Pindah alamat Ganti warna Ganti plat ganjil-genap Cabut berkas

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: perpanjang STNK, balik nama.

Belum ketemu? Chat langsung

PBB

Mau urus apa?

Cek tagihan PBB Balik nama SPPT Daftar objek baru (SPOP) Salinan SPPT Pembetulan SPPT Pengurangan PBB Keberatan PBB

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim. Syarat dokumen: balik nama SPPT.

Belum ketemu? Chat langsung

BPHTB

Mau urus apa?

Hitung BPHTB Validasi BPHTB jual beli BPHTB waris BPHTB hibah

Pilih satu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, tinggal kirim.

Belum ketemu? Chat langsung